PANDUAN

SATGAS KELURAHAN TANGGUH

Setiap Satgas Kelurahan Tangguh Mempunyai Personil paling sedikit 6 Orang relawan yang terdiri dari THL, Pala, RT maupun Relawan Masyarakat sekitar.

Dari ke enam orang tersebut Ada;
  • Siapapun satgas yang bertugas awal sebagai Informan/admin yang bertugas untuk melaporkan Bencana Maupun Potensi Bencana via WA Grup kelurahan kepada Lurah, Camat Maupun Pemerintah Kota lewat BPBD.
  • Pelaporan harus dilakukan ketika anggota satgas yang pertama melihat/berada di lokasi bencana.

Format Pelaporan

Jenis Bencana/lokasi bencana atau potensi bencana/ Tanggal dan waktu bencana/jenis korban manusia/korban material/keperluan peralatan /foto bencana.

Laporan harus diterima pihak Kelurahan dan kecamatan dan Pemerintah kota dalam waktu paling lambat 3 Menit setelah mengetahui bencana  

Contoh wa: Tanah Longsor/Kakenturan lingk 3 muka pos kamling/2 februari jam 12.30/tak ada korban/rumah tertutup tanah/sekop, karung, alat berat.

Contoh WA pohon Tumbang/Girian lingk 3 muka jalan kuala/3 maret jam 12.30/koban 1 /Mobil/chain saw, peda, takel

Contoh WA Banjir/danowudu lingk 3 tampa mandi perempuan/4 april jam 12.30/koban/5 rumah masuk air/mobil pick up

Tugas Personil Satgas Kelurahan Tangguh

  1. Personil sudah berada di Lokasi bencana Paling lambat 3 menit
  2. Penyelamatan Utama adalah Lansia, Orang Sakit, Anak-anak dan Perempuan Hamil kemudian diungsikan di rumah yang aman serta jauh dari lokasi bencana
  3. Jika ada Korban Luka Berat, ada personil satgas yang membawa ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat
  4. Jika Luka Ringan, Obati dengan P3K yang ada
  5. Jika ada Korban Meninggal (jao-jao kasana kang) letakan di tempat yang layak dan ditutup kain dari kepala sampai kaki
  6. Ajak Masyarakat sekitar lokasi bencana untuk bersama-sama melakukan aksi pertolongan jangan hanya nonton meski hanya untuk evakuasi barang
  7. Perhatikan Jalur lalu lintas jangan sampai terganggu sehingga mengakibatkan kemacetan
  8. Benahi Lokasi bencana agar jalan warga tak tertutup setidaknya untuk jalan orang dan Motor
  9. Siapkan rumah warga atau Kantor Kelurahan yang aman untuk evakuasi warga ataupun Barang korban bencana
  10. Pastikan tidak ada yang memanfaatkan bencana dengan pencurian ataupun sumbangan dos di jalan-jalan

Mitigas Bencana

Merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana, baik itu bencana alam, bencana ulah manusia maupun gabungan dari keduanya

Nah tugasnya, Perbulan melakukan Monitoring Lapangan/Kelurahan dengan sasaran

Pohon kering/pohon besar/pohon tua (angin Kencang)

  1. Apabila ada pohon kering yang berpotensi roboh, silahkan mengambil inisiatif untuk memotong pohon yang berpotensi terjadi bencana setelah berkoordinasi dengan pihak Dinas Perkim. Untuk sisa potongan pohon diusahakan diatur secepatnya apabila ada masyarakat yang berkeinginan mengambil sisa potongan jika tidak ada, silahkan berkoordinasi dengan pihak DLH untuk pengangkutan.
  2. Jika peralatan menjadi penyebab, cobalah mengunakan peralatan sederhana. Parang, Tamako atau lain-lainya dengan memperhatikan keselamatan warga dan rumah sekitar. Warga yang terancam bencana harus dilibatkan dalam pekerjaan penyelamatan. Jika sudah tidak bisa silahkan meminjam kepada warga yang mempunyai peralatan. Jika tidak ada silahkan menghubungi pihak Perkim atau BPBD. Ambil Dokumentasi atau foto dan dikirimkan ke grup Wa dengan Format gambar Sebelum di Potong dan sesudah di Potong.

Potensi Terjadi Banjir

  • Monitor Drainase. Jika ada drainase yang tersumbat oleh sampah harus dibersihkan agar air bisa terus mengalir dalam drainase saat hujan dan tak meluber ke luar dan masuk ke tanah/rumah warga.
  • Jika memang drainase sudah ditutupi pasir dan sedimen ringan kurang dari 100 meter  cobalah bicara dengan warga yang rumahnya terdampak untuk bersama membersikan sedimen di drainase
  • Apabila sumbatan berat dan harus mengunakan alat berat dengan Potensi setiap kali hujan Banjir mengenangi hingga 10 lebih Rumah dengan ketinggian hingga 30 Cm dalam rumah, laporkan kepada pihak PUPR/BPBD melalui lurah dan Camat untuk dilakukan antisipasi secepatnya
  • Monitoring Sungai. Mendata Bronjong atau Talud yang sudah rusak yang berpotensi air masuk dan mengenangi rumah warga.

Ambil Dokumentasi atau foto dan dikirimkan ke grup Wa dengan Format gambar serta Potensi jumlah banyaknya rumah yang akan tergenang

Potensi Tanah Longsor

  • Monitor Tebing/Bukit yang diatasnya tak ada lagi ada pohon dan sudah dijadikan pemukiman warga dengan jalar air mulai masuk mulai mengerus tanah disekitar tebing atau bukit
  • Terjadinya longsor kecil di bagian tebing dan bukit, atau talud penahan tanah yang dibuat mulai rusak dan tidak kokoh lagi.
  • Edukasi warga untuk segera ditangani jangan sampai ada korban, harus segera dibenahi sendiri.
  • Bentuk Kelompok-kelompok relawan di tingkat RT sesuai dengan Lokasi yang berpotensi terjadinya bencana.
  • Setelah BPBD berada di Lokasi bencana, terus berkoordinasi dengan BPBD sebagai Penanggungjawab penanganan Bencana

Foto potensi bencana dalam berbagai sudut dan dikirimkan ke Lurah ke Camat dan ke Grup Terpadu Sepakat dengan mencantumkan Lokasi Potensi Bencana.

Pembagian Tugas Personil

Ada yang mengambil alih Pengiriman Informasi/Admin

Personil yang mendata Peralatan yang diperlukan di masyarakat

Personil pemegang P3K

Personil yang mengatur Lalu Lintas

Personil yang bertugas mengambil Dokumentasi

NAMUN, Silahkan jika ada Penanganan Lokal warga yang sudah baku dilakukan untuk penanganan Bencana lebih baik dan Cepat, itu lebih bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *